Awal pertemuan
Matahari mulai menampakkan wujudnya, perlahan pancaran cahaya hangat mulai menyelimuti kota, menyusup masuk ke dalam rumah-rumah di desa kecil itu, dengan perlahan cahaya tersebut menerangi kamar seorang lelaki yang sedang tertidur pulas, laki-laki itu berbadan tinggi dan kurus, dengan rambut panjang bergaya harajuku, laki-laki itu sudah merasa terganggu akan adanya sinar matahari, dia pun membuka matanya, menyipitkan matanya sambil mengangkat tangan menahan cahaya itu berkontak dengan mata, dia menghirup nafas panjang dan merasakan segarnya udara pagi, "Ricko bangun!" terdengar suara gadis dari koridor depan kamarnya.
"Jika kau tidak bangun akan ku dobrak pintu ini!" ancamnyaYap laki-laki itu bernama Ricko Hendrian, Ricko adalah seorang fotografer prefesional dan juga seorang kakak dari dua bersaudara, adiknya bernama Sandra Mia, adiknya atau yang sering di panggil Mia itu baru saja tuntas sekolah menengah atas, dan hendak meneruskan belajarnya di perguruan tinggi terkenal, ambisinya cukup kuat, melihat Mia adalah gadis yang rajin dan cerdas.
"Dobrak saja, jika kau ingin kubenci selamanya" jawab Ricko acuh
"Cepatlah bangun, sarapan sudah siap"
"Iya-iya aku datang" dengan malas Ricko beranjak dari ranjangnya
Mood Ricko selalu saja buruk jika tidurnya terasa kurang atau terganggu, Mia dan Ricko tinggal di appartemen yang berbeda, tetapi mereka berdua bertetangga, mengingat orang tuanya yang bekerja di luar negeri Ricko tidak tega jika harus tinggal terpisah dengan adiknya itu, Ricko segera beranjak ke ruang duduk setelah mandi dan membersihkan kamarnya, di sana sudah ada adiknya yang menunggu, dengan cepat Ricko menghabiskan makanan tanpa sisa, Ricko tidak ingin melewatkan pagi yang cerah ini."Aku pergi dulu ya?" teriak Ricko sambil berlari keluar dan menyambar kameranya
"Kakak tunggu! kau mau kemana?"
"Kemana saja, tolong kunci pintu juka kau sudah selesai"
"Dan letakkan kunci di tempat biasanya, ok?".
Ricko langsung pergi keluar tanpa menghiraukan Mia yang sudah membuka mulutnya yang hendak menjawab, sesampainya di luar, sekali lagi Ricko menghirup nafas dengan lega sekali, "tidak ada yang dapat menenangkanku kecuali sejuknya pagi hari", Ricko pun langsung memfokuskan lensa cameranya ke objek-objek yang menarik, di seberang jalan ada kucing yang sedang berlari-lari mengejar kupu-kupu, hal itu menarik perhatian Ricko, dia membidik dan menunggu momen yang pas, tanpa sadar Ricko telah mundur selangkah demi selangkah, dan dia tidak menyadari juga ada selokan di belakangnya, Ricko tersentak kaget dan jatuh ke dalam selokan tersebut.
Terlihat ada gadis yang berlari kecil menuju Ricko hendak menolong, "Apa kau perlu bantuan?" tanyanya dengan senyum yang mengembang di bibir manisnya, "Tidak, aku bisa sendiri" jawab Ricko datar, Ricko pun hendak loncat keluar selokan itu, tetapi kaki Ricko terkilir saat terjatuh tadi, "Kau yakin? kelihatannya kau butuh bantuan" tanya gadis itu lagi, tanpa menunggu jawaban gadis itu mengulurkan tangannya, dan karena Ricko sedang membutuhkan bantuan saat itu dia memegang tangannya, dengan satu gerakan cepat Ricko pun kembali ke atas, "Ini memalukan" bisik Ricko, "Permisi?" gadis itu mengangkat alisnya, "Oh tidak, aku hanya ingin berterima kasih".
"Kakimu terkilir" tanya gadis itu polos.
"Kau butuh bantuan lagi? setidaknya aku bisa membantumu sampai rumah" sambungnya.
"Tidak, aku baik-baik saja" jawab Ricko sambil menggerakkan kakinya.
"Ahhh" Ricko mendesah kecil saat hendak melangkahkan kakinya.
"Biar aku bantu"
"Tidak, aku sudah cukup malu" Ricko tersenyum kecil
"Tidak apa-apa, aku hanya menolong orang yang butuh"
"Oke-oke kau mendapatkan ku" Ricko angkat tangan.
Gadis itu pun meraih tangan Ricko dan membantu Ricko berjalan, Ricko merasa dia pernah bertemu dengan gadis ini, tapi dimana? Ricko mencoba berpikir kembali, Ricko hampir tidak percaya dia di tolong oleh gadis yang tidak dikenalnya sebanyak dua kali, dan hal itu cukup memalukan dalam hidup Ricko, Ricko nyaman melihatnya tersenyum, dia juga nyaman ketika di sentuh olehnya.Mungkinkah ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar